Minggu, 20 Juli 2008

TERNYATA DIRI INI MASIH BODOH


TERNYATA DIRI INI MASIH BODOH
Semarang, 18 Mei 2008

Saat melihat pertandingan final Piala Uber di TV antara tim Indonesia dengan Tim China, berharap Indonesia dapat memenangkan pertandingan final itu dan menjadi juara. Setelah pentandingan selesai, dan ternyata tim Indonesia kalah dari tim China, diri ini sadar bahwa tim Indonesia tidaklah sekuat tim China. Perjuangan ternyata tidak cukup hanya dengan modal semangat dan dukungan dari masyarakat, tetapi lebih dalam lagi perjuangan lebih banyak tergantung dari individu para pemainnya. Perayaan yang dilakukan setelah semi final, seolah Indonesia telah menjadi juara beberapa hari sebelumnya ternyata tidak dapat diulangi pada final. Memang benar tim Piala Uber Indonesia telah melampaui target yang hanya lolos sampai semifinal, tetapi kekalahan di partai final seharusnya dapat dijadikan bahan pembelajaran bahwa tim piala Uber Indonesia tidaklah sekuat yang dibayangkan. Masih ada yang lebih kuat lagi.

Sama seperti tim piala Uber Indonesia yang masih perlu banyak belajar dan untuk menjadi yang terbaik tidak cukup hanya dengan motivasi dan dukungan dari orang – orang sekitar, diri ini sadar bahwa masih banyak yang harus dipelajari oleh diri ini untuk menjadi orang gedhe (baca: sukses). Belajar dari apapun, tidak memilih dan memilah tetapi menerima semua pelajaran yang diberikan universitas kehidupan tanpa protes sebelum menjalankan apa yang telah diajarkan universitas kehidupan.

Diri ini masih perlu belajar untuk meletakkan hati lebih rendah agar tampungan ilmu dapat terisi lebih banyak. Sekarang mungkin diri ini masih terlalu tinggi meletakkan hati sehingga ilmu yang didapat cuma sedikit. Ibarat sebuah gunung dan lautan, keduanya dapat menampung air, tetapi lautan sampai kapanpun menurut hukum alam akan lebih banyak menampung air daripada gunung. Beberapa gunung memang dipuncaknya ada sebuah danau atau tampungan air lainnya, tetapi tetap saja jumlah atau volume air didalamnya tetap lebih sedikit dibanding dengan air di lautan.

Kehidupan dengan contoh kehidupan alamnya ibarat sebuah papan tulis yang digunakan Tuhan untuk mengajari setiap makhluk-Nya. Diri ini sering menyebutnya dengan universitas kehidupan. Bagi sahabat yang kurang sepakat dengan istilah universitas kehidupan atau dengan istilah papan tulis Tuhan, silahkan membuat istilah sendiri yang menurut sahabat lebih tepat. Sebagian sahabat yang memilih dan serius untuk kuliah di universitas kehidupan, dengan seksama melihat dan memperhatikan papan tulis dan mendengarkan apa yang diterangkan alam, materi – materi pelajaran seperti lautan dan gunung tentunya sudah bukan merupakan hal yang asing lagi. Bahkan, sehelai daun yang jatuh pun akan dianggap sebagai sebuah pelajaran yang diberikan Tuhan melalui alamnya, berusaha mengambil makna darinya.

Semua daun yang jatuh semuanya adalah ke tanah, sebagian memang tertahan di dahan – dahan, pohon atau atap – atap rumah, tetapi jumlahnya tidaklah sebanyak yang jatuh di alam. Daun yang berada di tanha juga memberikan manfaat yang lebih besar, yaitu sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah dan menjadi sumber makanan tumbuhan. Berbeda dengan daun yang ada di atap rumah, seringkali justru menjadi sumber masalah. Sebuah ilmu yang diletakkan pada tempatnya akan memberikan lebih banyak manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetap juga untuk orang lain.

Kembali lagi pada bahasan awal, diri ini ternyata masih bodoh apabila dilihat dari masih banyaknya pelajaran yang diberikan alam yang belum diambil, dan cenderung diabaikan oleh diri ini. Masih banyak hal yang tidak diri ini ketahui dan masih banyak yang harus diri ini pelajari. Tidak hanya belajar yang sifatnya menjejali pikiran dengan pengetahuan baru, tetapi juga belajar mengendalikan hati, menempatkan hati, menempatkan ilmu, menjaga ucapan dan tidak membiarkan tindakan dan pikiran berbuat apapun hanya mengikuti permintaan nafsu.

Sebagian sahabat memang sudah mencapai tahapan belajar yang lebih tinggi dan diri ini masih dalam proses untuk menuju kesana. Diri ini masih dalam tahapan belajar bagaimana caranya belajar. Belajar dari apapun dan belajar memahami bahasa Tuhan melalui ciptaannya. Belajar untuk bersabar dan belajar bersyukur, karena memang dengan sabar semuanya dapat berjalan tanpa beban, dengan bersyukur kita kita akankaya, merasa cukup dengan apa yang dimiliki saat ini sehingga tidak ada keinginan untuk memiliki apa yang dimiliki orang lain. Diri ini juga masih belajar bagaimana caranya hidup ikhlas sehingga tidak ada kata – kata dan perasan mengeluh saat usaha, harapan, dan doa yang telah dilakukan dan dipanjatkan tidak terwujud sekarang, bahkan seandainya semua itu tidak pernah terwujud. Semuanya memang tidak mudah untuk dijalani, tetapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa untuk dipelajari.

Saat merasa bahwa kita tidak dapat belajar, merasa berat untuk terus belajar karena tidak adanya dukungan dari orang – orang yang kita harapkan dukungannya, belajar dari tim piala Uber Indonesia ternyata dukungan bukanlah segalanya untuk mencapai keberhasilan. Motivasi saja tidak pernah cukup tanpa adanya suatu usaha, penyerahan diri secara ikhlas kepada Pemilik ilmu dan pemilik kesuksesan. Semuanya harus berjalan seimbang, sebagaimana telah diajarkan secara menarik oleh Tuhan melalui keseimbangan alamnya. Alam tidak pernah menuntut manusia untuk menyeimbangkannya, tetapi saat manusia tidak peduli dengan keseimbangan alam, dengan sendirinya alam, dengan caranya sendiri menyeimbangkan dirinya sendiri, salah satunya dengan berbagai bencana alam.

Tataplah belajar dan mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawabmu walaupun tidak ada orang yang peduli denganmua, tidak ada yang memberikan dukungan. Tetaplah mengerjakan apa yang ingin kamu kerjakan, tetapi jangan pernah melanggar hukum alam walaupun terkadang harus menitikkan air mata. Tetaplah mengerjakan walaupun tidak ada sumbangan tenaga dariorang – orang disekitarmnu dan kamu harus mengumpulkan tenagamu sendiri dan tetaplah mengerjakan walaupun bukan yang pertama kali kamu harus menjalani tugas dan tanggungjawabmu beratmu sendirian. Semuanya hanya karena satu alasan, karena Tuhan tidak tidur.

SYUKUR


SYUKUR
Semarang, 26 Mei 2008

Syukur, sebuah kata yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan. Beratnya beban hidup yang dirasakan terkadang membuat manusia jauh dari syukur. Melimpahnya harta kekayaaan juga seringkali membuat manusia enggan untuk mensyukuri nikmat kekayaan yang dimilikinya. Tetapi, ada sebagian sahabat yang walaupun hidup dengan pas - pasan tetapi mempunyai rasa syukur yang tinggi dengan apa yang dimilikinya.

Allah swt telah menjajikan akan menambah nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Syukur, lebih dari cukup untuk membuat orang menjadi kaya karen tidak menginginkan apa – apa lagi kecuali yang telah diberikan Allah swt kepadanya. Syukur, lebih dari cukup untuk membuat orang menjadi bahagia karena semua tamu yang datang, mulai dari kebahagiaan, kesenangan, kesedihan atau penderitaan diterima dengan lapang dada. Semuanya datang tidak lain hanyalah membawa pesan hikmah dari Tuhannya. Syukur, lebih dari cukup untuk membuat orang menjadi manusia yang sabar dan ikhlas dalam menjalani lika – liku kehidupan. Susahnya hidup dan beratnya beban kehidupan masih jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan besarnya nikmat dan anugerah yang telah dilimpahkan Allah swt.

Sebagian sahabat, karena tingginya rasa syukur atas segala nikmat dan kasih sayang yang telah dicurahkan Allah kepadanya, memilih zuhud sebagai jalan hidupnya. Orang – orang jenis ini memilih meletakkan dunia di tangan mereka dan akherat di hati mereka. Kecintaan terhadap Allah swt adalah segala – galanya dan dunia hanyalah sebuah sarana untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Allah swt. Memang hanya orang – orang tertentu yang dapat mencapai tataran orang seperti ini, karena memang jalan menuju kesana tidaklah semudah jalan ke diskotik atau tempat pelacuran. Mohon maaf apabila ada yang tersinggung, bukan bermaksud untuk menyinggung, apalagi menyakiti hati seseorang.

Diri ini memang masih jauh dari orang – orang tersebut. Ada saja godaan dalam kehidupan ini saat diri ini ingin melangkah menjadi orang – orang luar biasa seperti sebagian sahabat yang memilih zuhud sebagai jalan hidupnya. Nafsu dalam diri seringkali masih mengalahkan logika rasional dan beningnya suara hati. Semuanya memang membutuhkan proses untuk belajar dan sebuah komitmen untuk dapat menjadi orang – orang dengan derajat seperti yang telah dikemukakan di awal tulisan ini.

Saat diri ini mempunyai impian dan keinginan untuk menjadi orang bersyukur yang memilih jalan zuhud, bukan berarti diri ini ingin menjadi orang yang melepaskan dunia. Harapan untuk dapat merasakan kebahagiaan dunia, memiliki cinta dan hidup bersama orang yang dicintai dengan bahagia di dunia tetap ada, terutama harapan untuk menjadi insan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan agama.

Mampu untuk memberikan manfaat bagi orang lain, manusia hidup idealnya memang seperti itu. Menyebarkan nilai kasih syang kepada sesama, hidup berdampingan dan saling membantu, bukannya bersaing saling mengalahkan dan menjatuhkan. Saat ingin menjadi manusia model tersebut, terkadang masih saja ada kepentingan dalam diri ini selalu berlawanan dengan keinginan mulia tersebut. Masih saja diri ini tunduk patuh pada nafsu dan ego yang bersemayam dalam diri. Diri ini memang bukan orang sempurna yang dapat menjalani semua dengan sempurna. Diri ini masih belajar bagaimana menjadi orang yang mendekati orang sempurna.

Pertentangan dan pertarungan dalam diri setiap manusia menjadi pemandangan yang setiap hari menghiasi kehidupan. Terkadang diri ini masih melakukan perbuatan yang bertentangan dengan keinginan hati. Ada perasaan berdosa dan bersalah saat telah melakukan perbuatan tersebut.

Ada keinginan diri ini untuk dapat menjadi orang yang tidak banyak bicara kecuali kebenaran dan kejujuran, tetapi masih saja sisi lain dalam diri ini selalu mengajak untuk bicara sesuatu yang tidak perlu, ingin mengetahui segala urusan orang lain dan menjadi orang sok bisa segalanya. Tidak jarang hal itu membuat orang lain gerah, tetapi diri ini juga tidak mampu untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Maafkan diri ini hatiku, maafkan perilaku diri ini jiwaku dan maafkan aku temen-temenku. Ampuni diri ini Tuhanku seandainya belum mampu untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Engkau berikan. Diri ini memang masih lemah dan jauh dari harapan, diri ini hanya bisa bilang kalau diri ini telah berusaha, masih berusaha dan akan selalu berusaha untuk dapat menjadi orang yang lebih baik lagi dan menjadi orang yang mempu bersyukur atas apa yang ada dan dimiliki diri ini.

BERDOA DAN BERUSAHALAH


BERDOA DAN BERUSAHALAH
Semarang, 15 januari 2008

Kehidupan merupakan kumpulan masalah. Sebagian sahabat ada yang menyetujui dengan pernyataan tersebut, tetapi sebagian yang lain dengan tegas menolaknya. Semuanya memang bebas untuk berpendapat dalam negara yang berdemokrasi seperti Indonesia. Mengemukakan pandangan dan pendapat merupakan hak asasi. Begitu juga dengan penulis yang mempunyai pandangan dan pendapat tersendiri tentang kehidupan.

Kehidupan merupakan sebuah tugas, amanah dan pembelajaran. Layaknya sebuah tugas, semua harus dihadapi dan dikerjakan. Hidup adalah sebuah amanah sehingga setiap orang akan mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan Tuhan. Hidup juga sebagai pembelajaran karena disetiap lika liku kehidupan, disitu terdapat materi pembelajaran dan ilmu yang dapat diambil oleh setiap orang yang mau mengambilnya. Sebagian orang yang mungkin sudah kenyang dengan belajar, atau sudah bosan dengan belajar ada yang tidak mau tahu atau justru malah tidak tahu, enggan untuk mengambil pelajaran darinya.

Kalau memang kehidupan dikatakan merupakan kumpulan masalah, tidak akan pernah habis masalah dalam kehidupan ini sampai kiamat menjemputnya. Semuanya adalah akhir dan awal, saling mengisi satu sama lain dan tidak akan pernah berhenti. Menghadapi atau menghindari masalah merupakan pilihan setiap orang. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tugas untuk diselesaikan, biasanya memilih untuk menghadapi permasalahan tersebut sampai masalah tersebut dapat diatasi. Tetapi sebagian orang yang menganggap menghindar adalah hal terbaik, akan selalu menghindar dari masalah setiap kali bertemu dengannya. Yang perlu ditekankan, setiap pilihan akan meninggalkan bekas dan konsekuensi sendiri - sendiri. Sama seperti dengan konsekeuensi saat seseorang memilih untuk berbohong, biasanya orang – orang model ini akan melakukan kebohongan – kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan yang pertama. Berbeda tentunya dengan orang yang memilih untuk jujur daripada berbohong.

Berbicara tentang pembelajaran dari setiap kejadian dalam kehidupan, tentunya
akan berdekatan dengan makna apa dibalik setiap kejadian atau permasalahan yang muncul dalam kehidupan. Makna dibalik setiap permasalahan memang tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan mata, atau dirasakan melalui rabaan tangan tetapi hikmah dibalik permasalahan selalu dapat dilihat dengan mata hati dan dapat dirasakan kehadirannya. Memang tidak semua orang mampu untuk melihat dan merasakan hikmah itu, karena memang tidak semua orang memiliki mata hati yang sehat dan mampu melihat. Tidak semua orang memiliki kelembutan perasaan untuk merasakan. Sama dengan indera mata, ada yang bisa melihat, ada yang sakit tetapi ada yang tidak bisa melihat.

Perlu ditekankan, saat suatu permasalahan muncul dan terasa begitu berat untuk dijalani, Allah swt tidak mungkin memberikan beban permasalahan kepada setiap manusia jauh diatas kemampuan yang dimiliki manusia untuk menghadapinya. Tidak semua orang dapat memahaminya memang, hanya sebagian orang yang mempunyai kedalaman perasaan, melihat apa yang tidak dilihat dan merasakan apa yang tidak dirasakan yang mampu untuk memahami dan mengerti dibalik setiap kejadian dalam kehidupan. Kehidupan memang tidak diisi orang – orang yang sama, tetapi keberagaman merupakan isi dari sebuah kehidupan.

Berdoa dan berusahalah saat merasakan begitu berat beban yang dirasakan. Saat semuanya terlihat begitu gelap dan titik cahaya belum juga kelihatan, berdoalah karena doa merupakan cahaya IIlahi yang dapat menerangi ditengah gelapnya lika liku kehidupan. Doa yang dipanjatkan terkadang memang tidak langsung dapat dirasakan dampaknya esok hari, tetapi teruslah berdoa. Allah swt mempunyai caranya sendiri untuk menjawab doa hamba – hambanya. Allah Maha Mengetahui doa mana yang akan dan harus segera dikabulkan dan mana yang harus ditunda. Dia Maha Mengetahui mana yang terbaik bagi hambanya yang berdoa. Iklhaskanlah dalam berdoa, walaupun puluhan, ratusan atau ribuan doa yang kamu panjatkan sepertinya tidak ada jawaban dari Allah swt tapi pengetahuanmu terlalu sedikit untuk menilai apakah doamu dibiarkan atau dipedulikan oleh Allah swt. Serahkan semua pada Allah swt karena Dia sumber dari segala sumber kehidupan. Saat kamu telah berdoa, bukan hakmu untuk menuntut orang lain berlaku seperti apa yang kamu lakukan seperti dalam doamu. Biarkanlah doamu terwujud dengan sendirinya, karena Allah swt punya caranya sendiri untuk menjawab doa-doamu.

Berusahalah karena dengan berusaha kamu akan mendapatkan hikmah dan pelajaran untuk bekal hidupmu nantinya. Ukurannya bukanlah seberapa banyak kamu telah melakukan usaha, tetapi kualitas dan keikhlasan usaha yang kamu lakukan. Setiap usaha memang tidak selamanya selalu berhasil, tetapi dari ketidakberhasilan itu kamu dapat belajar menjadi orang yang kuat dan menjadi orang yang lebih dewasa. Dengan permasalahan itu kamu belajar bagaimana menjadi orang yang tegar. Dengan berusaha kamu telah belajar bagaimana caranya bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukan. Bukan hak kamu untuk mewujudkan setiap usaha yang telah kamu lakukan. Tugas kita hanyalah berusaha dan terus berusaha sampai kamu mengerti bahwa tidak semua usaha akan terwujud sebagaimana sebuah harapan tidak selamanya akan terwujud.

HARAPAN TIDAK SELAMANYA AKAN MENJADI KENYATAAN


HARAPAN TIDAK SELAMANYA AKAN MENJADI KENYATAAN
Semarang, 13 Juli 2008

Saat hidup tidak lagi seperti apa yang diharapkan, permasalahan hidup selalu datang menghampiri dan kebahagiaan tidak juga kunjung datang, tetaplah bersabar dan berharap. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok dan apa rencana Tuhan selanjutnya terhadap diri kita, kita juga tidak pernah tahu apa rencana Tuhan dengan selalu mendatangkan permasalahan hidup kepada kita saat ini. Bisa jadi Tuhan sedang mendidik kita untuk menjadi manusia yang lebih kuat, tetapi saat peliknya lika – liku kehidupan yang kamu lalui semakin membuat kamu terpuruk, tetaplah bertahan dan jangan hancur didalamnya. Seandainya kamu memang harus hancur, biarkanlah kehidupan yang akan menghancurkamu.

Terlalu lemah dan kecil manusia untuk memprotes terhadap keputusan Tuhan, terlalu Besar dan Agung Tuhan untuk kita protes agar mau mengabulkan semua harapan dan keinginan kita. Tetapi, tetaplah berharap, tetaplah memohon, tetaplah berdoa dan tetaplah berbuat walaupun semua apa yang kita lakukan tidak berakhir seperti yang kita harapkan.

Apapun yang kamu rasakan, kesedihan dan penderitaan atau kesenangan dan kebahagiaan, tetaplah untu kselalu berbuat dan berkarya. Tetaplah merencanakan dan tetaplah lakukan apa yang ingin kamu lakukan karena hidup terlalu sia – sia untuk dijalani tanpa melakukan apapun. Lakukanlah dan kerjakanlah apa yang ada didepanmu dengan sebaik – baiknya. Kalaupun kamu nantinya tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, kamu sudah beruntung karena kamu diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan semuanya dan belajar di dalamnya. Kotornya sebuah lumpur tidak selalu buruk dan kejernihan air tidak selalu baik.

Hukum alam juga tidak menuliskan bahwa semua harapan akan terwujud sesuai dengan apa yang diharapkan, keinginan tidak selamanya akan terwujud dalam kenyataan. Semuanya tergantung dari kondisi kita saat ini. Mungkin kita terlalu kotor untuk berharap menjadi seorang yang sempurna, atau terlalu banyak dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan sehingga untuk menjadi seorang yang baik kita harus melalui proses panjang kehidupan. Hukum alam mengatakan bahwa sesuatu yang baik itu akan bersama dengan yang baik dan sesuatu yang buruk itu akan bersama dengan yang buruk. Baik atau buruk disini bukanlah baik atau buruk berdasarkan ukuran dan pandangan manusia tentunya, tetapi baik dan buruk disini adalah menurut alam yang telah ditentukan Tuhan melalui ajaran yang diturunkan-Nya.

Mungkin kita memang terlalu kotor untuk berharap dapat bersama dengan yang bersih. Mungkin terlalu banyak dosa dan kesalahan yang kita lakukan untuk dapat bersama dengan sesuatu yang tanpa dosa. Harapan memang tidak selalu menjadi kenyataan, sebuah pengorbanan tidak selalu akan mendapat balasan manis sesuai dengan yang kita harapkan, tetapi dengan pengorbanan kita telah belajar bagaimana caranya berkorban, melepaskan kita dari ego pribadi dan tentunya kita telah belajar untuk mengalahkan diri kita sendiri.

Penantian tidak selamanya akan terwujud dan harapan tidak selamanya akan menjadi kenyataan. Hidup hanyalah sebuah perjalanan, persiapkan dirimu untuk menghadapi semua hal yang akan kamu temua dan alami didalamnya, entah itu kebahagiaan, kegembiraan, kesenangan sampai penderitaan dan kesedihan. Orang yang kamu sayangi tidak selamanya akan mendatangkan kebahagiaan buat kamu, bahkan sangat mungkin dia akan menjadi sumber penderitaan dan kesedihanmu tetapi walaupun begitu, tetaplah kamu memelihara rasa sayang dalam dirimu, jangan engkau gantikan rasa sayang itu dengan dendam dan kebencian karena dengan kasih sayang hidup ini menjadi damai. Kasih sayang tidak salah, kerinduan juga tidak salah dan menyayangi juga bukan merupakan kesalahan. Jangan pernah menyalahkan orang lain atas penderitaan yang kamu alami, tetapi jadikan hal itu sebagai pelajaran berharga yang akan mengantarkanmu pada suatu kebijaksanaan dan mengenalkanmu kepada kehidupan. Hidup memang tidak selamanya indah, tetapi hidup selamanya akan memberikan apa yang manusia butuhkan, berterimakasihlah kepada kehidupan, dan berterimakasihlah kepada Allah swt sebagai pencipta kehidupan.

Untuk dapat mewujudkan sebuah cita – cita dan keinginan, seorang Nabi yang arif dan bijaksana memerlukan permohonan kepada Tuhan lebih dari sekali, berpuluh bahkan beratus kali. Terlalu kecil dan kotor apabila kita melihat kedalam diri kita apabila dibandingkan dengan seorang Nabi atau orang yang arif dan bijaksana tersebut, apalagi saat kita melakukan protes kepada Tuhan.

Perkataan terkadang memang lebih mudah diucapkan daripada dijalani, kata-kata memang mudah untuk disusun menjadi sebuah kalimat yang menggetarkan jiwa dan kata-kata terkadang tidak mudah untuk diwujudkan dalam kenyataan yang sebenarnya. Tetapi, bersyukurlah karena kamu telah diberi kemampuan untuk mengeluarkan kata-kata itu, diberi kemampuan untuk menyusunnya sehingga menjadi sebuah kalimat yang indah walaupun belum mampu mengobati perih dan sakit yang kamu rasakan. Orang yang hanya melihat seringkali tidak sama dengan orang yang menjalani, yang harus kamu lakukan adalah berhentilah untuk membandingkan karena hidup memang bukan untuk dibandingkan dan hidup bukan sebuah kompetisi. Jadilah orang yang kuat, jangan menjadi orang lemah karena manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin dan hanya menjadi orang yang kuat manusia dapat menjalankan tugas kepemimpinannya. Jalani kehidupan dengan kerelaan dan keikhlasan hati, suatu hari nanti kamu akan menemukan jawaban atas pertanyaan – pertanyaanmu tentang kehidupan yang belum terjawab saat ini.

Semua telah diatur dan ditentukan, jangan berharap agar Tuhan menyegerakan ketentuan tersebut. Semuanya sudah ada waktunya, biarlah semua berjalan sesuai dengan ketentuan alam. Berharaplah tetapi jangat hanyut didalamnya, harapan memang tidak selamanya akan menjadi sebuah kenyataan tetapi dengan berharap kamu akan bertahan dalam kehidupan. Jangan pernah mengharapkan balasan dari apa yang telah kamu berikan kepada orang lain, bahkan jangan pernah mengharapkan balasan dari orang lain atas cinta yang telah kamu berikan untuk orang lain kalau kamu tidak ingin apa yang kamu berikan itu sia – sia. Jalani kehidupan dengan keikhlasan walaupun berat, sakit dan penderitaan yang kamu alami karena pada akhirnya nanti bukanlah menyangkut hubunganmu dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan tetapi menyangkut pertanggungjawabanmu dan hubunganmu dengan Tuhanmu.

Rabu, 16 Juli 2008

SEMUA DICIPTAKAN BUKAN TANPA PERAN

SEMUA DICIPTAKAN BUKAN TANPA PERAN
Semarang, 15 Desember 2007


Tidak ada yang sia – sia Tuhan menciptakan semua unsur dalam kehidupan. Semuanya memerankan peran masing – masing sesuai dengan skenario yang telah ditentukan. Pohon, hewan, gunung, air dan bahkan bakteri mempunyai peran masing – masing dalam hidup ini. Seekor cacing tanah yang menjjikkan sekalipun mempunyai peran untuk mengurai tanah agar tanah tersebut mempunyai nilai guna yang lebih tinggi. Atau sebuah bakteripun mempunyai peran untuk menjaga kekebalan tubuh dalam diri manusia atau untuk menjaga keseimbangan. Dan masih banyak peran – peran makhluk ciptaan Tuhan yang tidak diketahui oleh manusia.

Manusia yang diciptakan paling sempurna diantara makhluk yang lain dengan dilengkapi akal, cipta dan karsa terkadang justru menjadi makhluk yang paling bermasalah dan paling menyusahkan. Layaknya seseorang yang semakin pandai, semakin banyakpula sudutpandang dan pertimbangan yang digunakan hanya untuk menentukan keputusan tertentu. Begitu juga dengan manusia, banyak hal yang dipikirkan dan dipertimbangkan untuk melangkah, melanjutkan perjalanan kehidupan yang dilaluinya. Tetapi, manusia terkadang lupa bahwa kesempurnaan itu tidak ada dalam diri manusia, sehingga sebaik apapun keputusan dalam melangkah, walaupun begitu sempurna saat pertama kali diputuskan tetapi akan kelihatan ketidaksempurnaannya dikemudian hari. Seperti yang telah diungkapkan oleh sahabat, saat sesuatu itu sudah dianggap sempurna, tinggal menunggu ketidaksempurnaannya.

Orang terkadang lupa dengan peran yang harus diperankan sebagai pemimpin dunia. Perbuatan merusak dunia seringkali justru sesuatu yang sering dilakukan manusia, atau perbuatan dan keinginan untuk menguasi justru sering bersemayam dalam diri manusia. Padahal manusia diciptakan mempunyai peran untuk merawat dan menjadi pemimpin di dunia. Seperti sebuah film atau cerita sinetron yang telah ditentukan peran dari masing – masing tokoh, saat beberapa tokoh tidak memerankan peran yang seharusnya dia perankan, maka dapat diapstikan cerita dalam film tersebut akan kacau. Begitu juga dalam kehidupan, saat manusia tidak memerankan perannya sebagai manusia di dunia ini, yang terlihat hanya kekacauan dan ketidakteraturan di sana sini. Kehidupan menjadi tidak enak untuk ditonton dan tidak nyaman untuk dilalui.

Seandainya Tuhan mempunyai sifat Maha Pemarah, mungkin kehidupan ini sudah berakhir dari zaman dulu dan digantikan dengan manusia – manusia baru untuk merawatnya. Tetapi, masih bersyukur sifat pemarah bukanlah sifat yang dimiliki Tuhan, dan bersyukur juga masih ada sebagian manusi yang memerankan perannya sebagai manusia walaupun jumlahnya semakin berkurang seiring bertambahnya hari. Seharusnya, saat ini kita perlu banyak memohon maaf kepada pemilik kehidupan karena telah membuat kekacauan di dunia ini. Tuhan, maafkanlah manusia – manusia yang membuat keonaran dan kekacauan di dunia ini. Maafkan Tuhan untuk manusia – manusia yang tidak memerankan perannya sebagai manusia dalam kehidupan ini. Maafkan kalau rasa sombong, perasaan tidak puas dan keinginan untuk memiliki lebih masih saja bersemayam dalam diri setiap manusia di dunia ini.

Kembali pada diri penulis yang mungkin merupakan salah satu dari manusia – manusia yang tidak memerankan perannya sesuai dengan skenario yang telah dibuat dalam film yang berjudul ”kehidupan”. Banyaknya permasalahan hidup yang menghampiri dan beratnya peran yang harus dijalankan terkadang mendatangkan perasaan ingin menyerah dalam hidup ini. Kalau seandainya putus asa bukan seseuatu yang di benci oleh Allah swt, mungkin diri ini telah menyerah dari dulu, putus asa dan tidak mau lagi menjalankan peran dalam hidup. Tapi, diri ini hanyalah manusia, Allahlah yang Maha Menentukan atas semua yang terjadi dalam kehidupan ini. Berharap sebuah kekuatan untuk tetap bertahan dalam memerankan manusia dalam hidup selalu didatangkan Allah swt dalam diri. Berharap kesabaran, keridhoan dan hati yang penuh rasa syukur atas apa yang ditakdirkan selalu ada dalam diri, seberapapun berat takdir itu.

Terlepas dariperan yang harus dijalnkan manusia, Allah swt punya cara tersendiri untuk mendidik dan menegur manusia agar menyadari peran yang seharusnya dijalankannya. Manusia terkadang diberi penderitaan supaya lebih kuat lagi sehingga tidak mudah menyerah dalam memerankan perannya sebagai manusia. Manusia terkadang diberi ilmu yang sedikit agar dapat belajar lebih giat lagi untuk mengenal apa itu kehidupan dan lebih bijak lagi dalam menghadapi semua hal yang terjadi dalam kehidupan sebelum memerankan perannya sebagai manusia. Khusus untuk diri ini, maafkan diri ini ya Allah seandainya penderitaan dan permasalahan kehidupan yang diri ini hadapi saat ini merupakan akibat dari kelalaian diri ini untuk memerankan peran yangseharusnya dilakukan oleh diri ini. Sadarkanlah diri ini dan bimbing diri ini agar mampu memperbaiki kesalahan dan kelalaian yang dilakukan oleh diri ini. Mohon maaf juga kepada setiap jiwa yang kurang berkenan, sakit hati atau mengalami penderitaan akibat dari ulah diri ini yang berjalan tidak sesuai dengan jalan yang ditentukan untuk diri ini.

Jumat, 11 Juli 2008

SELAMAT ULANG TAHUN


SELAMAT ULANG TAHUN
10 Juni 2008

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis? Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu? Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman? Itu karena hal yang terindah di dunia ini biasanya TIDAK TERLIHAT.

Ada hal yang tidak ingin kita lepaskan dan ada orang yang tidak ingin kita tinggalkan tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia melainkan awal dari kehidupan yang baru.

Kebahagiaan ada untuk mereka yang MENANGIS. Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah TERSAKITI. Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah MENCARI dan mereka yang telah MENCOBA karena hanya merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menghampiri dan menyentuh kehidupan mereka.

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.
CINTA yang AGUNG,

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan kamu MASIH peduli terhadapnya. Adalah ketika dia tidak mampedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata “Aku turut berbahagia untukmu!!"

Apabila cinta tidak berhasil BEBASKAN dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI. Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan CINTA dan kehilangannya. Tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya.

Orang terkuat, BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kita belajar tentang diri kita sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. Penyesalan HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat sendiri, yang seharusnya ada dalam kehidupan kita.

MENCINTAI,BUKANLAH bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN. BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu MENGERTI. BUKANLAH apa yang kamu lihat melainkan apa yang kamu RASAKAN. BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.

Sahabat sejati akan MENGERTI ketika kamu berkata, ”Aku lupa”. Sahabat sejati akan tetap SETIA menunggu ketika kamu berkata, ”Tunggu sebentar”. Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, ”Tinggalkan aku sendiri”. Saat kamu berkata untuk meninggalkannya, mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat, memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri, tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu, dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu MENDOAKANMU dengan air mata.

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang, tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah, tetapi sebenarnya kamu MENANG karena kamu dapat berbahagia sewaktu kamu dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia. Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai, MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu. Fight for your dream! Itulah CINTA yang SEJATI, bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… “

Lebih baik MENUNGGU orang yang benar - benar kamu INGINKAN daripada berjalan bersama orang ”yang tersedia”. Lebih baik menunggu orang yang kamu CINTAI daripada orang yang berada di ”sekelilingmu”. Lebih baik menunggu orang yang TEPAT, karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya ”seseorang” atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat.

Kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu. Kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI KEBERADAANNYA.

UCAPAN yang keluar dari mulut seseorang dapat MEMBANGUN orang lain, tetapi dapat juga MENJATUHKANNYA bila tidak diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar. Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana. Ucapan yang keluar dari mulut seseorang dapat berupa KEBENARAN ataupun KEBOHONGAN untuk menutupi isi hati. Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiriApabila kamu hendak mengatakan sesuatu, tataplah matamu di cermin dan lihatlah pada matamu. Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana.
Cinta selalu tak akan pernah bisa diungkapkan dengan apapun yang sesuai dengan kehendak kita karena bahasa cinta adalah bahasa yang abstrak, bahasa yang hanya akan bisa dimengerti oleh mereka yang peka dan mengenal apa itu cinta.
(diambil dari sebuah artikel yang berjudul CINTA SEJATI)

Cinta adalah seperti seekor kupu – kupu, yang semakin dikejar semakin menjauh. Tapi, jika kamu membiarkannya terbang, dia akan datang dengan sendirinya. Cinta dapat membuatmu bahagia tetapi cinta terkadang juga menyakitkan, tetapi cinta akan menjadi spesial saat kamu berikan kepada orang yang pantas untuk mendapatkannya. Cinta bukanlah menjadi orang lain yang sempurna, tetapi cinta adalah menemukan seseorang yang menuntunmu menjadi yang terbaik. Hal yang paling jahat yang dilakukan laki – laki kepada perempuan adalah membiarkannya jatuh, tetapi tidak benar – benar ingin menangkapnya.

Cinta adalah dasyatnya badai dan tenangnya pelangi. Cinta adalah pangkal dari perasaan. Cinta adalah saling memberi dan menerima kehidupan masing – masing. Cinta adalah saat kamu merindukan orang yang kamu cintai pada saat dia tidak ada di sampingmu, dan mengetahui bahwa dia akan selalu di hatimu.

Cinta adalah ketika kamu masih menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya. Cinta adalah ketika kamu merasa tertarik dengan orang lain tetapi kamu memilih untuk setia bersamanya. Cinta adalah ketika kamu dengan rela memberikan kebahagiaanmu, kehidupanmu dan bahkan kematianmu kepada orang yang kamu cintai. Cinta adalah ketika hatimu merasa tercabik waktu dia sedang sedih. Cinta adalah ketika kamu ikut menangis dalam kesedihannya walaupun dia sendiri terlihat tegar. Cinta bukanlah soal ‘ini salahmu’, tetapi ‘aku minta maaf’. Cinta bukanlah ‘dimana engkau?’, tetapi, ‘aku disini’. Cinta bukanlah ‘bagaimana ini bisa terjadi?’, tetapi ‘aku mengerti!’. Cinta bukanlah ‘andai kau ada disini’, tetapi ‘syukurlah kau ada’. Dalam cinta, yang ada adalah saling memberi dan menerima dengan segala keikhlasan, kejujuran hati tanpa pamrih.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali kamu mengatakan bahwa kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya, kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

Perasaan cinta berasal dari pandangan mata yang turun ke hati, berbeda dengan perasaan suka yang berasal dari telinga. Cukup dengan menutup telinga apabila kamu ingin berhenti untuk menyukai seseorang tetapi apabila kamu mencoba untuk menutup mata dari orang yang kamu cintai, cinta itu akan berubah menjadi tetes air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang lama. Tetapi, apabila kamu ingin bahagia, kembangkanlah rasa sayang. Rasa cinta seringkali didorong keinginan untuk memiliki, tetapi rasa sayang hanya ingin melihat orang yang disayangi bahagia, bersama atau tidak dengan kita, walaupun terkadang harus kehilangan orang yang kita sayangi.

Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan. Seorang pecinta terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jangan takut untuk jatuh cinta, mungkin akan begitu menyakitkan dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita. Tapi, jika kamu tidak mendengarkan kata hati, pada akhirnya kamu akan menangis…..jauh lebih pedih....karena saat itu kamu menyadari tidak pernah memberi….

Cinta adalah sebuah jalan, tidak hanya sekedar perasaan, tetapi sebuah komitmen. Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja, tetapi komitmen akan ada selama kamu dapat memegang komitmen itu. Cinta tak harus berakhir bahagia, karena cinta tidak harus berakhir. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan yang diketahui oleh indera, tetapi cinta sejati ada pada apa yang telah dikerjakan walaupun tidak diketahui oleh indera. Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran, melainkan dari hati…..

Ketika kamu mencintai, jangan harapkan apa pun sebagai imbalan, karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai melainkan investasi! Ketika kamu mencintai, kamu harus siap menerima penderitaan, karena jika kamu hanya mengharapkan kebahagiaan, kamu bukan mencintai, melainkan memanfaatkan! Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama orang yang kamu cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu yang tak berguna itu.

Cinta berarti bahwa aku mungkin terluka bila aku memilih untuk membuka diri karena percaya padanya, aku mungkin akan terluka karena menunggunya, aku mungkin akan mengalami penolakan atau kehilangan dia karena dia tidak sempurna sehingga dia mempunyai kapasitas untuk melukai dan karena tidak ada jaminan dalam cinta, namun demikian tetaplah mencintai!. Cinta itu bukan “karena” tetapi “walaupun”.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan tas cinta yang kamu berikan, tunggulah sampai cinta itu berkembang di hatinya, tetapi jika hl itu tidak terjadi, tetaplah bersyukur karena cinta itu berkembang di hatimu. Ada hal – hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya, namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Adalah benar bahwa kita tidak menyadari sebuah cinta dan kita tidak tahu apa yang kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi, adalah benar juga ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.

Bunga tidak mekar dalam kurun waktu semalam. Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari. Kehidupan dirajut dalam rahim Ibu selama sembilan bulan dan cinta yang agung akan terus bertumbuh selama kehidupan.

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu bahwa ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan kaca itu, sehingga kamu akan menjadi utuh kembali.

Semua hal diatas, sebagian memang ungkapan cinta yang dikemukakan oleh orang – orang bijaksana yang memahami apa itu cinta, mengerti apa itu cinta dan orang yang yang dapat merasakan cinta. Aku menyadari kalau aku masih sangat jauh dari kategori orang – orang seperti mereka, masih banyak hal tentang cinta yang tidak aku ketahui dan masih banyak hal yang harus aku pelajari tentang cinta. Terkadang, masih terbersit pertanyaan, sebenarnya apa itu cinta, apa itu kasih sayang dan kenapa begitu sulitnya untuk memahami dan mengartikannya? Masih saja perasaan tidak ikhlas, kesombongan dan keangkuhan terkadang muncul dalam hati, menenggelamkan murninya suara hati. Terkadang muncul perasaan ingin menyerah terhadap kondisi ini semua, kalah melawan diri sendiri dan kehidupan tetapi bersyukur, keinginan untuk tetap bertahan dan bangkit melawan kehidupan seringkali muncul untuk menyelamatkan diri dari keterpurukannya. Semuanya memang membutuhkan proses untuk menjadi orang yang lebih baik dan semoga aku akan tetap bertahan melalui proses tersebut.

Dalam cinta sejati, mungkin orang yang kita cintai bukanlah orang yang paling baik dan paling sempurna, ada orang lain yang mungkin lebih baik dan lebih sempurna tetapi sebuah kesetiaan dan komitmen untuk bertahan dalam cintanya adalah wujud dari sebuah cinta sejati. Dalam cinta sejati bukan aku benar dan kamu yang salah atau kamu benar dan aku yang salah, tetapi sebuah keikhlasan untuk sama – sama menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan.

Orang – orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki hal – hal terbaik, tetapi mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu orang yang salah sebelum bertemu orang yang tepat. Menginginkan kita berbuat kesalahan agar kita mengerti tentang kebenaran. Kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu…..

Aku memang bukan yang terbaik tetapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik, sebatas yang dapat aku lakukan. Bukan sesuatu yang sempurna yang aku punya dan aku bawa tetapi hanya sebuah ketulusan, ketulusan untuk memberikan yang terbaik yang ada pada diriku untuk orang yang aku sayangi. Bukan cinta yang agung yang aku miliki dan dapat aku berikan, tetapi hanya sebuah cinta terbaik yang ada pada diriku yang dapat aku berikan untuk orang yang aku cintai dan aku sayangi. Apa yang ada di tulisan ini dan sesuatu yang menyertainya mungkin bukanlah apa – apa bagi kamu, tetapi ini adalah sesuatu yang berharga bagi aku. Keinginan untuk dapat memberikan yang terbaik, itulah yang mendorong aku untuk melakukan ini, walaupun mungkin bukanlah hal yang terbaik menurut kamu. Seandainya bukan aku nantinya yang akan mendampingi kamu dalam mengarungi kehidupan ini, mungkin hidup ini akan menjadi suram dalam pandanganku, tetapi aku tidak akan menyesal pernah mencintai kamu dan melakukan ini semua, bahkan aku akan berusaha untuk ikhlas dan ridho untuk tetap menjalani hidup ini, melanjutkan pencarian potongan tulang rusukku yang hilang. Aku juga akan merelakan sepotong hati saya yang ternyata telah menjadi milik kamu, karena tiada yang lebih indah dari sebuah cinta selain sebuah ketulusan dan keikhlasan.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang. Tetapi dibutuhkan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Waktu kamu lahir 20 tahun yang lalu, kamu menangis tetapi orang – orang disekitarmu tersenyum bahagia. Jalanilah hidupmu dengan sebaik – baiknya, jadilah wanita yang cantiklahir dan batin, jangan pernah mengecewakan mereka yang tersenyum bahagia karena kehadiranmu dan jadilah orang yang tersenyum bahagia saat kamu meninggalkan dunia ini nantinya walaupun orang – orang di sekitarmu menangis karena kepergianmu.
Akhirnya, SELAMAT ULANG TAHUN!

Ditulis untuk menyambut hari bahagia seseorang yang selama ini menjadi inspirasi, motivasi penulis untuk terus maju dan memberikan banyak pengalaman dan sebuah pelajaran berharga tentang kehidupan bagi penulis. Terlalu luas kehidupan ini apabila hanya dilihat dar pandangan yang sempit, ilmu yangsedikit dan terlalu apabila membiarkan hidup ini mengalir begitu saja tanpa meninggalkan sesuatu yang berharga bagi sesama. Kenyataannya, waktu tidak akan diulangi dan sejarah yang tertulis tidak dapat dihapus lagi. Kesalahan dan kebodohan tetap akan tertulis sebagai suatu kesalahan dan kebodohan, perasaan hati yang telah tertulis tidak akan hilang seperti halnya sebuah paku yang tertancap dalam kayu. Walaupuan paku itu sudah tercabut, tetapi lubang bekas paku akan tetap ada selamanya. Mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah aku lakukan!.

Terimakasih penulis ucapkan dan Selamat ULANG TAHUN, 11 Juli 2008 untuknya. Tidak banyak yang bisa aku berikan untuknya, mohon maaf juga kalau yang aku berikan bukanlah yang terbaik seperti yang dia harapkan. Aku hanya dapat memberikan untuknya sebuah ketulusan cintayang belum pernah aku berikan kepada perempuanlain sebelumnya. Ada keinginan untuk tidak akan membagi hati ini selamanya seandainya dia menginginkan hal itu dan mau menerima kehadiranku kembali. Tulisan ini mungkin tidak akan merubah apa – apa, walaupun bukan itu yang aku inginkan tetapi tak mengapa seandainya harus itu yang terjadi. Hanya sebuah doa, semoga dengan hari ulang tahun ini dia dapat menjadi insan Allah yang lebih baik lagi, mampu menauladani manusia yang paling sempurna, manusia yang juga sangat dirindukan oleh penulis, diharapkan safaatnya oleh penulis, seseorang yang mencintai umatnya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, nabi besar Rosulullah Muhammad saw. Dengan bertambahnya umur, semoga dapat menjadi anak yang semakin berbakti kepada orang tua, menjadi adik yang baik bagi kakaknya, menjadi teman sekaligus sahabat yang baik bagi teman – temannya dan menjadi teman sejati yang baik bagi teman hidupnya nantinya. Dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan, semoga semakin menjadi orang yang lebih dewasa, bijaksana, cantik lahir dan batin. Kecantikan yang tidak hanya berasal dari apa yang dia kenakan, kehalusan wajah dan keindahan bentuk tubuh, tetapi kecantikan murni yang terpancar dari jiwa, yang penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang akan tumbuh sepanjang waktu. Dengan berkurangnya waktu hidup di dunia, semoga dapat menjadi lebih menunduk lagi untuk melihat kedalam diri, melihat luasnya jagat raya dan melihat betapa kecilnya diri sehingga tidak ada tempat untuk menyombongkan diri. Semoga dia mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatnya baik hati. Mendapatkan cobaan yang cukup untuk membuat dia kuat. Memperoleh kesedihan yang cukup untuk membuatnya manusiwi. Memiliki pengharapan yang cukup untuk membuatnya bahagia. Mendapatkan uang yang cukup untuk membeli keperluannya.

Rasanya, seperti baru kemarin aku melihanya mendaftar di SMA 3 Sukoharjo, nyuri – nyuri kesempatan agar aku dapat mengambil gambarnya melalui kamera walaupun dia tahu dan akhirnya tidkmau difoto. Ternyata itu sudah terjadi lima tahun yang lalu. Banyak hal yang telah aku lalui walaupun belum seberapa. Senyum, canda, tawa, senang, prihatin, sakit hati, mencintai, dicintai, menyakiti, disakiti, menolak, ditolak, dicacimaki, disepelekan, dipinggirkan sampai pernah melakukan suatu kebodohan dan ketololan. Ada suatu rasa sesal dalamdiri karena suatu kebodohan hidup yang pernah aku lakukan, tetapi tidak ada gunanya juga apabila terus menerus menyesal tanpa ada suatu perbaikan. Aku memaknai semua ini sebagai sebuah proses untuk aku dapat belajar tentang kehidupan. Dari semua yang aku lakukan dan aku lalui, diriku saat ini ada dan terbentuk. Semuanya adalah sebuah proses untuk mencari siapa sebenarnya aku ini dan menentukan apa yang seharusnya aku lakukan. Walaupun saat ini aku masih jauh dari baik dan sempurna, belum tentu juga hari ini aku lebih baik dari kemarin, tetapi aku bersyukur masih mempunyai rasa penyesalan dalam diri sehingga aku dapat belajar dari semua itu dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bersyukur karena otot syukur dan urat ikhlas masih menyertai diriku sehingga aku tidak melihat semua ini sebagai sebuah kehancuran hidupku, tetapi justru sebuah pelajaran berharga tentang hidup dari sebuah universitas kehidupan. Sekali lagi, terimakasih karena telah mengajarkan pelajaran berharga kepada diri in. Mohon maafapabila balasan yang yang aku berikan tidak sebanding yang diberikan.

Hari Jum’at tanggal 11 Juli 2008 dia mengulang kembali sejarah hidupnya 20 tahun yang lalu saat dia pertama kali melihat dunia. Banyak pengalaman dan pelajaran pahit manis kehidupan tentunya telah dia lalui, semoga hal itu semakin mendewasakan dirinya. Saat melihat cermin, dan kita melihat apa yang terjadi dalam diri kita, kita akan melihat perubahan dalam diri kita. Baru kemarin kita merasakan hangatnya dekapan Ibunda saat kita menghabiskan air susu Ibunda dengan gratis, tetapi saat ini kita telah menjadi remaja, dan bahkan menjadi orang dewasa. Manusia memang akan berubah setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahunnya. Kecantikan atau ketampanan fisik seseorang juga akan berubah, tetapi ada keinginan dalam diri ini untuk tetap mencintainya walaupun dia telah berubah secara fisik, meskipun sekarang dia sudah tidak peduli denganku. Apa yang akan terjadi besok kita semua memang belum mengetahuinya saat ini, termasuk siapa yang akan mendampingi diriku untuk mengarungi kehidupan ini, tetapi harapan itu sampai saat ini masih ada dan akan terus ada. Sampai saat ini, aku masih berharap dialah bidadari yang selalu kunantikan kehadirannya, yang akan menjadi teman sejati, pendamping dalam menghadapi dinamika kehidupan, teman untuk bersama – sama berjuang mengibarkan panji – panji Islam dan mewariskan generasi robani melalui anak – anak dan keturunn kami. Setiap hari, bibir ini hanya bisa berharap dan berdoa, semoga hal itu dapat terwujud, dia mau menerima kehadiranku lagi dan hanya kepada Allah swt aku memohon ampun atas segala kekhilafan dan keslahanku, termasuk apabila mengharapkan dia untuk menjadi pendamping hidupku juga merupakan kesalahn yang aku lakukan.

Ya Allah, dengan ilmu-Mu atas segala yang gaib, dan kekuasaan-Mu atas segala makhluk, hidupkanlah aku selama Engkau mengetahui kehidupan itu lebih baik bagiku. Matikanlah aku apabila Engkau mengetahui kematian itu lebih baik bagiku. Dan, jika memang dia adalah yang terbaik bagiku dan baik bagi-Mu, maka mudahkanlah. Tetapi, jika dia bukan yang terbaik bagiku dan bagi-Mu, maka jauhkanlah.

Ya Allah, Dzat yang maha Awal tanpa ada yang mengawali, Dzat yang Maha Akhir tanpa ada yang mengakhiri, Dzat yang Maha Melihat apa yang tidak aku tidak lihat, Dzat yang Maha Mendengar permohonan setiap hamba-Nya, Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang tiada pernah berkurang melimpahkan kasih sayang-Nya kepada setiap makhluk ciptaan-Nya, Dzat yang Maha Pengampun walaupun seberapa besar dosa dan kesalahan yang dilakukan hamba-Nya, Dzat yang Maha Menggenggam hati setiap makhluk ciptaan-Nya dan Dzat yang Maha Mengetahui apa yang tidak aku ketahui, sungguh Engkau Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatiku dan apa yang ada dalam setiap hati makhluk ciptaan-Mu, aku mohon ampun atas segala dosa dan kesalahanku, aku mohon ampun seandainya ada yang salah dalam hatiku, dan bahkan aku mohon ampun atas doa dan harapanku sendiri. Aku memohon kepada-Mu kalimat ikhlas, rasa takut kepada-Mu dalam keadaan suka maupun marah, dan kesederhanaan ketika kaya maupun miskin.

Sekali lagi, Selamat ULANG TAHUN untuknya, 11 Juli 2008
Perasaan itu masih ada dan akan tetap ada, harapan itu masih ada dan akan tetap ada!!
Aku berharap ini bukan akhir, tetapi sebuah awal dari sebuahmpian yang menjadi kenyataan.

Kampoeng Tembalang Semarang
Kampoeng Turen Brumbung Karakan Weru Sukoharjo
Hari Senin, 7 Juli 2008
Perdhana Ari Sudewo

Senin, 07 Juli 2008

HATIKU, MAAFKAN AKU!


HATIKU, MAAFKAN AKU!
6 Juli 2008

Hatiku, mengapa engkau menangis? Apakah engkau telah mengetahui lemahnya diri ini, bodohnya diri ini dan apa engkau telah mengetahui tentang bobroknya diri ini? Maafkan aku hatiku, engkau harus merasakan akibat dari sebuah kesalahan yang telah diperbuat diri ini walaupun engkau telah mengingatkannya dulu.

Sampai kapan engkau akan mertapi ini semua? Tiada lagi yang dimiliki diri ini kecuali sebuah impian dan harapan sebagai gejolak ambisi yang selalu engkau pancarkan. Maafkan aku hatiku, engaku telah banyak memberikan bimbingan dan nasehat dalam perjalanan diri ini, sementara hanya sebuah penderitaan yang justru engkau dapatkan dari diri ini sebagi balasan atas semua kebaikanmu.

Diri ini yang dulu yakin, dengan percaya diri yang tinggi menatap kedepan setelah kesalahan yang pernah dibuatnya, tetapi kini meringkuk tak berdaya, bahkan untuk menatap kedepan saja diri ini sudah tidak sanggup lagi, tetapi engkau dengan sabar dan dengan kebaikanmu masih setia mendampingi diri ini untuk tetap melangkah dalam kehidupan ini. Hatiku, maafkan aku yang tidak pernah berfikir mendalam sebelum melakukan sesuatu.

Diri ini bukan tidak melakukan apa – apa untuk menebus semua kesalahan yang pernah diri ini lakukan terhadapmu hatiku, tetapi seperti yang engkau lihat bahwa semua usaha yang diri ini lakukan seperti berakhir sia – sia. Maafkan aku hatiku atas lemahnya diri ini dan maafkan atas semua kekurangan yang ada pada diri ini.

Maafkan aku hatiku apabila diri ini tidak dapat memenuhi segala tuntutanmu walaupun diri ini telah berusaha dengan seluruh tenaga yang dimiliki, mengorbankan harga diri demi mewujudkan apa yang engkau inginkan dengan harapan semua salah yang pernah diri ini dapat terhapus, tetapi maafkan aku hatiku kalau semua yang aku lakukan belum memenuhi semua tuntutanmu terhadap diri ini.

Hatiku, maafkan aku, ampuni aku! Engkau telah merias diri ini dengan cinta kasihmu hingga diri ini tidak dapat menolak apa yang engkau berikan tetapi, justru penderitaan yang telah aku berikan sebagai balasan cinta kasihmu untukku.

Maafkan aku hatiku kalau telah membuatmua menangis, ampuni aku kalau tidak dapat menebus kesalahan dan kebodohan yang telah dilakukan diri ini. Maafkan aku tidak mendengr nasehatmu, ampuni akau karena telah mengabaikanmu. Maafkan aku baru menyadarinya setelah semuanya terjadi, ampuni aku atas kebodohan yang ada pada diri ini.

Dengan seluruh kerendahan diri, aku mohon belas kasihan dan keluasan hatimu hatiku untuk memaafkan diri ini agar sedikit berkurang beban yang ada dipundakku. Begitu berat beban ini aku pikul hatiku, walaupun semuanya akibat dari ulah yang dilakukan diri ini, tetapi apakah memang sedikit belas kasih untuk diri ini benar – benar tidak ada?